Tuesday, December 20, 2011

My lovely sista's wedding

Happy wedding to you my beauty sister...

Tepat tanggal 10 desember 2011 dilangsungkan akad nikah adik saya satu-satunya Kurnia Dwi Jeanita (yang akrab disapa Nia) dan Muhammad Iqbal Huseini. Meski terpaut usia sekitar 5tahun, namun keduanya telah siap untuk menjalani kehidupan baru sebagai sepasang suami istri.

Awalnya saya merasa lucu dan sempat berpikir "nia kan masih kecil (umurnya masih 21)..." apalagi ga ngebayangin kalo si bungsu ini hamil & ngurus anak, sedangkan saya aja belom merit. hehehe..Ga cuma itu, rasa sedih pun muncul, sewaktu mengenang masa-masa bodoh, lucu, senang pas kita berdua. Ada hal yang terasa hilang, ternyata mama juga merasakan hal yang sama. Biasanya sebelum tidur, kita suka saling panggil dari kamar masing-masing, kali ini tentunya akan berbeda, nia cuma pulang kerumah pas weekend. Biasanya kalau berangkat kerja ke lapangan, dia siap sedia mengantarkan saya meski dalam keadaan ngantuk. Rumah jadi sepi... :( Apalagi mendengar curhatan mama, yang kesepian, karena dalam hitungan bulan saya akan segera menikah & ikut suami ke ibu kota. Love you mom..

Alhamdulillah pelaksanaan akad & syukuran di Masjid Baitul Atiq, Kambang Iwak Palembang berjalan lancar meskipun diguyur hujan (kalo kata koko siunx2, bawa berkah, amien).

Bersama opa & sodara2 alm. papa

Prosesi pelangkahan sebelum akad

U look so beauty sist...

Acara adat suap-suapan

Happy wedding sist..
semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah..
amien..

we always love you,,,
Share:

Friday, December 2, 2011

Transit Hotel Cengkareng

HTH (Huswah Transit Hotel)

Bicara soal transit, pasti sebagian dari kalian sudah pernah mengalaminya. Entah transit untuk rute domestik maupun internasional. Waktu transit sendiri memiliki banyak jam yang tidak tentu. Biasanya waktu transit yang ideal dari satu flight ke flight lainnya +/- 3 jam, namun ada juga waktu transit yang bisa lebih dari 5 jam bahkan ada beberapa yang tidak membeli direct flight harus menunggu keesokan harinya untuk melanjutkan penerbangan ke tempat yang dituju.

Pengalaman transit pertama saya adalah saat perjalanan liburan ke Korea, pertengahan november 2011. Untuk tujuan Jakarta - Seoul, harus transit di LCCT (Kuala Lumpur). Dikarenakan saya berdomisili di Palembang, dan jadwal keberangkatan pesawat dari Palembang tidak match dengan jadwal tour, maka saya memutuskan untuk berangkat ke Seoul dari Jakarta pada malam harinya.

Keputusan untuk menginap di hotel transit  tidak terpikirkan sebelumnya oleh saya, namun dengan beberapa pertimbangan akhirnya "terpaksa" saya menginap juga. Hotel transit yang saya gunakan untuk tidur +/- 4 jam adalah Huswah Transit Hotel yang letaknya di Rawa Bokor, sekitar 15 menit dari Bandara Soetta. Awalnya pilihan untuk transit hotel bukan pada Huswah, tetapi pada hotel Permata / Ellia yang sudah saya ketahui dari pengalaman beberapa blogger yang pernah menginap disana dengan review yang bagus. Namun dikarenakan kedua hotel tersebut tidak bisa dihubungi, dan takut tidak mendapatkan penginapan untuk transit, akhirnya  saya memilih Huswah yang ada di web Agoda untuk pemesanan online seharga Rp. 216.000 / malam. Dari gambar yang ada ya lumayan juga hotel ini, pada saat masuk ke lobby & receptionist masih ok, tapi pas naik ke lantai 2...i think u can imagine it..u will feel what i feel :(

Ini review saya tentang hotel ini:
Lokasi
Letaknya sangat dekat dengan bandara, didaerah Rawa Bokor Tangerang dengan jarak tempuh sekitar 15menit dari Bandara Soetta. Naik taksi dari bandara menuju hotel ini seharga Rp. 27.000 (Rp. 10.500 untuk charge awal, selebihnya ya dari argo). Dideket hotel ada alfamart yang buka 24 jam.

Contact
Sangat sulit dihubungi,walaupun udah tertera jelas nomor yang bisa dihubungi di plank depan hotel / lewat mbah google. Satu-satunya cara yang dilakukan untuk pemesanan bisa ke web Agoda dan booking seharga Rp. 216.000/kamar/malam (twin,tv,kamar mandi dalam,ac,lemari,kursi dan meja rias) - no breakfast, roundtrip airport transfer tidak berlaku, hanya untuk pengantaran saja tidak untuk penjemputan.

Tempat & Ruangan
Lobby & meja resepsionisnya cukup bagus, walopun terlihat ini salah satu hotel transit yang cukup tua.
Suasana di sekitar ruangan lobby pada waktu malam & subuh agak sedikit gelap, begitu juga dengan jalan menuju ke lantai atas. Dinding bangunannya pun sudah terlihat sedikit kusam dan terkesan suram.
Namun sedikit berbeda ketika masuk ke dalam kamar. Cat dinding kamar masih ok, kasur dan bantalnya juga masih empuk, ac nya juga dingin, sayang ga ada hot shower, tv nya 14 inch tanpa remote yah lumayan lah dari pada ga ada tontonan di malam hari dan harus pencet2 manual cari siaran yang bagus, ruangannya cukup bersih, air di wastafel/shower/toiletnya juga bersih (ini yang penting).

Petugas
Dominan petugas disini laki-laki, mulai dari resepsionis, ob, dan driver. Sayangnya resepsionis disini tidak stand by 24 jam, sewaktu check out meja resepsionis kosong, hanya ada ob yang bertugas membersihkan ruangan. Sistem check out nya juga lucu, kunci cukup digantung didepan pintu kamar.

Foto




Yah kalo diitung-itung, review untuk hotel ini sekitar 5 deh, menangnya di lokasi yang deket & mobil gratis yang nganterin ke bandara. Selebihnya ga ada tuh, malah ga pengen ngulang lagi disini, kapok.
(Tapi buat yang kepepet mah asal ok2 aja ga masalah, dari pada tidur dibandara / ngembel dijalan..heheh)
Satu informasi lagi yang saya dapet dari supir taksi yang mengantar saya ke hotel ini, masih ada beberapa hotel transit lainnya yang dekat dengan bandara dengan harga yang murah, salah satunya amaris hotel (Kaya yang dibilang bu Inge). Menurut pak Supir, walaupun tanpa pemesanan via web / telpon setiap harinya pasti ada kamar yang tersedia di hotel-hotel transit, jadi ga perlu khawatir.
Share: