Saturday, June 1, 2013

Thursday, May 23, 2013

Sibuk Ga Sibuk

Ga kerasa udah masuk minggu akhir di bulan May, it means udah hampir 1 bulan lamanya ga posting sesuatu di blog. Jangankan untuk posting, waktu untuk buka blog, sekedar baca-baca atau bahkan mampir and leave a comment di blog orang pun hampir ga ada. 
Selama 1 bulan terakhir, ga cuma disibukkan dengan "resign" tetapi juga pindahan rumah emak ketempat yang baru. Rumah yang sudah berumur lebih dari 60tahun itu akhirnya dijual juga, tujuannya untuk kehidupan yang lebih baik, biar bebas banjir.

Untungnya lagi dikarenakan suami sedang ada outing di luar Jakarta dan bangunan kost di depan kamar sedang direnovasi jadilah diizinkan sama suami untuk lebih lama tinggal di Palembang sampai pindahan rumah emak selesai. Seperti packing pindahan pada umumnya, mulai dari beli dus gede, koran, dan masih banyak lagi, butuh waktu sekitar 2minggu untuk membereskan rumah dengan segala isinya. Barang-barang lama yang udah ga kepake disumbangin buat orang-orang sekitar yang mau, mulai dari baju, boneka,sepatu, perabot, bahkan ada beberapa barang yang masih bernilai jual dilelang murah ke tetangga (kulkas, sofa, lemari dan spring bed). Ada perasaan sedih di hari terakhir packing, entahlah, sepertinya sang penjaga rumah melambaikan tangan layaknya salam perpisahan. Tanpa terasa air mata pun menetes dengan sendirinya, bagaimana tidak, selama lebih kurang 20 tahun tinggal di rumah emak.

Capeknya pindahan ternyata ga sebates packing barang di awal, tetapi juga penataan barang kembali pada tempatnya. Butuh waktu sekitar 1 minggu, itu juga ga full rapi banget, suami juga udah nelpon nanyain pulang. Sebenarnya masih kasian juga soalnya ga ada yang bantu-bantu dirumah, tapi apa boleh baut, status skrg udah beda, kewajiban istri harus dijalankan :)

Dan..setibanya pulang ke kost pun...harus berjibaku dengan tugas rumah tangga yang cukup banyak..Kaget iya, ini  kamar apa gudang,berantakannya laki banget lah, walau kata capek juga harus tetep dirapiin, biar suami pulang kerja udah senang hati liat kamarnya rapi dan bersih.

Ya intinya kesibukan saya selama lebih kurang 1 bulan terakhir ini adalah beres-beres rumah (jadi upik abu dulu, hahahahah)
 



Share:

Sunday, April 28, 2013

Status Kepekerjaan

Resmi per tanggal 1 Mei berganti status kepekerjaan, dari wanita karir menjadi ibu rumah tangga (harusnya ini cuma temporary aja, nanti bakalan plus jadi pengusaha :) amin ya alloh). Keputusan yang cukup berat, apalagi saya pribadi masih kepengen untuk mencari kesibukan selagi belum ada momongan. Bukan cuma itu aja, dengan resign-nya saya, waktu untuk berkunjung ke Palembang tidak bisa rutin setiap bulannya, akan jarang ketemu mama dan keluarga besar di Palembang. Hikss... Mungkin ini adalah jalan yang harus saya lewati, semoga Alloh senantiasa memberikan yang terbaik dalam kehidupan saya dan keluarga kecil kami.
 
Awalnya keputusan untuk berhenti kerja disepakati setelah punya momongan, namun dikarenakan kejadian "miscarriage" bulan februari yang lalu, suami memutuskan untuk saya istirahat kerja dengan waktu yang tidak terbatas. Sekalian persiapan program hamil kembali agar saya tidak terlalu kecapean. Suami hanya menyarankan untuk membuka usaha dari rumah saja (ngebetnya usaha pempek mulu nih), karena pekerjaannya jauh lebih santai ketimbang bekerja di perusahaan.
 
Lebih kurang 5,5 tahun bekerja di oil and gas company, dengan lokasi yang jauh dari kota, hutan lebih tepatnya. Meskipun di dalam camp sendiri dilengkapi dengan berbagai fasilitas, namun tetap saja, It's a forest!!! Lokasi kerja yang dikelilingi perkebunan sawit, masih dipenuhi beberapa satwa (biawak, harimau, monyet, rusa, dan masih banyak lagi). Banyak suka dan duka yang sudah dilewati selama bekerja disini. Satu hal yang membuat saya betah bekerja di hutan adalah waktu kerjanya yang hanya 14 hari kerja dan 14 hari libur, kebayangkan kita ga harus pusing-pusing ambil cuti atau repot mikirin liburan, tinggal menyesuaikan jadwal udah bisa senang-senang 14 hari full.
 
That was past, masa sekarang adalah untuk mengenang hal yang baik, pengalaman kerja dan kesempatan bertemu orang-orang yang banyak memberikan pelajaran hidup. Thanks for Unga, Mba Iin, Mba Vita dan Mba Vera (My best room mate ever) yang sudah banyak membantu. I love you and I'm gonna miss you all.. Hiks..
Begitu juga dengan atasan di kantor dan teman-teman satu department, terima kasih untuk kesempatan belajar sekaligus pekerjaan yang diberikan. Semoga kalian bisa lebih sukses lagi di masa datang. Amin. Thanks for Abud, sudah jadi teman cerita di kantor yang ga bosen denger keluhan-keluhan saya.. Hahahah..
 
Hal positif yang paling saya senangi dari pergantian status ini adalah bisa bertemu setiap hari dengan suami. Alhamdulillah ya Allah atas berkah ini, tiap hari bisa belajar menjadi ibu rumah tangga yang baik, menyiapkan keperluan suami, masak buat suami, dan masih banyak hal lain lagi yang bisa ngedatengin pahala :) . Mudah-mudahan bisa jadi istri yang salehah ya Alloh, amin allahumma amin.
 
Good bye my office.. Good bye my boss.. Good by my friends..
*Plb Office, 11.35 am.
 
 
 
Share:

Wedding anniversary

Posting seharusnya di tanggal 21 April 2013 (Error publication baru nampil skrg).

Alhamdulillah, tepat hari ini, pernikahan kami memasuki usia yang pertama. Layaknya bayi yang baru berusia 1 tahun, yang baru belajar untuk berjalan perlahan, sama halnya dengan pernikahan kami yang masih terus dalam proses belajar untuk tumbuh dan berkembang menjadi suatu rumah tangga yang kuat, kokoh, sakinah mawaddah warahmah. 

Hari ini,tepat 1 tahun yang lalu, hubungan kami disahkan dalam ikatan pernikahan. Masih teringat beberapa hari sebelumnya, saya sibuk mempersiapkan pernikahan, dan baru off bekerja 3 hari sebelum hari H. Alhamdulillah semua kesusahan, kelelahan dalam mempersiapkan acara pernikahan dapat berjalan sesuai dengan rencana dan keinginan saya, meskipun masih ada beberapa kekurangan disana sini namun overall saya sangat puas.

Banyak suka dan duka yang telah dilewati selama 1 tahun ini. Salah satunya ketika 1 bulan yang lalu kami diuji, amanah yang awalnya Allah percayakan, diambil kembali. Mungkin memang belum waktunya, dan Allah tau waktu yang terbaik untuk kami. Senangnya, suami selalu menemani saya, menguatkan dan mendoakan, sungguh itu adalah power yang luar biasa, yang membuat saya perlahan belajar untuk ikhlas bahwa apa yang ada di dunia ini hanyalah titipan dari Allah yang sewaktu-waktu akan diambil kembali. Alhamdulillah kami bisa melewati 1 tahun pertama ini dengan baik. Belajar menjadi pribadi yang lebih dewasa bukan pribadi yang sok mendewasakan diri. Saling mendukung satu sama lain, mencoba untuk lebih saling mengerti. 

Masih banyak mimpi dan asa yang ingin kami wujudkan bersama, masih banyak hal-hal yang ingin kami lakukan bersama, masih banyak kebahagiaan dan kesenangan yang ingin kami rasakan bersama..
Semoga Allah senantiasa menjaga kami, menguatkan ikatan pernikahan kami, memberikan yang terbaik untuk rumah tangga kami. Amin allahumma Amin.

Happy 1st wedding anniversary for us, mikumiw...
Semoga akan selalu langgeng dan samara.
Amin.
Share:

Thursday, April 11, 2013

Pangandaran

Long weekend di akhir bulan lalu, mulai dari tanggal 29-31 maret 2013, dihabiskan bersama keluarga ke Pangandaran. Sebenarnya rencana liburan ini terbilang mendadak, karena baru siangnya diputuskan untuk kesana dan berangkat sehabis maghrib. Tujuannya ga cuma ke Pantai Pangandaran tapi ke Green canyon juga (ini yang bikin ngiler, karena pengen nyobain body rafting disini). Sayang, dikarenakan akses jalan menuju kesana rusak, jadi terpaksa harus dibatalkan :(
 
Malam itu, kami berangkat jam 7, rombongan ber-10 (Saya, suami, 2 kk ipar, 2 keponakan, ibu mertua ipar, 2 ponakan ipar dan baby sitter). Perjalanan pun dimulai dari tol cileunyi. Jalanan malam itu cukup padat, ini dikarenakan long weekend, bahkan saking macetnya, kami baru tiba di penginapan jam 3 pagi.
 
Efek dari liburan dadakan adalah kebingungan juga pas semua hotel disana full booked. Untungnya punya ipar yang polisi jadi ada channel disana yang menawarkan sewa rumah seharga Rp. 750.000 per malam, biasanya kalo long weekend, ke orang luar disewakan seharga 1juta rupiah. Rumah tersebut terdiri dari 2 lantai, 3 kamar tidur, lengkap dengan kamar mandi dan dapur yang bisa digunakan (non ac).
 
*Gini nih, kalo liburan yang disiapin jarang jadinya, tapi yang dadakan pasti selalu jadi :D
 
Paginya dimulai dengan menyusuri pantai timur & bermain di pantai barat Pangandaran. Suasananya sangat ramai sekali, sebelum masuk ke pantai, banyak toko-toko yang menjual aneka pakaian pantai dengan harga yang bervariasi. Di Pantai Barat ini, kami juga menyempatkan untuk menyeberang ke pasir putih dengan perahu seharga 10rb/orang/1 kali jalan. Disini ombaknya cukup besar, tidak hanya itu saja, petugas yang mengantarkan kami menyeberang menawarkan untuk mengelilingi tempat-tempat sekitar pantai dengan uang tambahan sekitar 50ribu per orang. Ga cuma itu, ada juga yang menawarkan snorkling dengan sewa alat mulai dari 20ribu. Sayang lokasinya ga ok, bisa membahayakan yang snorkling / berenang..ga lucu kan pas lagi enak-enak snorkling tiba-tiba muncul ke permukaan udah kepentok ama perahu. Harusnya disediain tempat khusus buat snorkling.
 


Setelah berbasah-basah ria di pantai, kami kemudian kembali ke penginapan untuk mandi dan bersiap-siap lunch dengan menu seafood di sekitaran pantai timur. Ada banyak rumah makan yang menjual aneka seafood disana dengan harga yang beragam, sesuai dengan pilihan kita. Disana kami menghabiskan kurang lebih 300ribu dengan menu, udang 1 kg (55rb), cumi 1 kg (65rb), ikan bakar 1kg (85rb), tumis kangkung, tumis genjer dan minum teh botol. Harga tersebut sudah termasuk upah masak, jadi kita tinggal memilih akan dimasak apa seafood tersebut. Sssst... dengan menu segitu aja udah engab bahkan bisa dihabiskan oleh lebih 9 orang.
 
Sepulang dari makan siang, kami sempatkan untuk beristirahat (tidur), dan sorenya sekitar jam 4 kami menyewa mobil gowes seharga 50rb/jam. Mobil ini sebenarnya lebih kepada sepeda yang dimodify sedemikian rupa layaknya mobil beroda 4, dilengkapi lampu sen, rem, alat penyetel musik. 1 mobil gowes bisa diisi 4 orang dewasa atau bahkan 6 orang yang berbadan kecil. Sore itu kami ke arah pasar untuk membeli beberapa cinderamata (pakaian pantai, daster-daster dan celana hareem). Harga jual untuk celana-celana mulai dari 40rb, untuk daster sendiri tergantung ukuran dan merk mulai dari 50rb, baju anak-anak 1 stel dihargai mulai dari 25rb. Di pasar juga ada beberapa toko makanan yang menjual oleh-oleh khusus hasil laut, salah satunya ikan asin jambal. Disitu juga ada yang menjual penganan hasil laut yang sudah digoreng, bahkan saya sempat mencoba 1 kepiting bayi seukuran setengah jempol (keripik kepiting), ga tega karena terlalu imut kepitingnya di goreng tepung.. hehehe... (kalo coba 1-2 gratis, kalo banyak harus beli ya....)
 
Selesai berbelanja, kami pulang kembali ke penginapan, hari mulai malam dan juga hujan. Malamnya kami memutuskan untuk beristirahat saja dikamar, karena besok paginya sudah harus kembali ke bandung.
 
Perjalanan pulang dari Pangandaran - Bandung ditempuh dalam waktu yang cukup lama, 9 jam. Ini dikarenakan macet dan padatnya kendaraan yang akan pulang ke ibu kota. Cukup membuat bujur dan pinggang pegel. heheh..

Total pengeluaran untuk liburan kali ini (berdua sama suami) adalah sekitar Rp. 1,115rb, dengan rincian:
Bensin pp dari cimahi - pangandaran : Rp. 200.000,-
Penginapan rumah penduduk (2 malam, bagi 3 sama ipar) : Rp. 500.000,-
Breakfast 2 days: Rp. 50.000 (sarapan bubur ayam, kupat sayur)
Lunch 2 days: Rp. 200ribu (bagi 3 sama ipar)
Mobil Gowes selama 2,5 jam : Rp. 125.000
Perahu penyeberangan PP : Rp. 40.000


Tips:
Jarang terdapat atm, tetapi masih bisa ambil debit di indomaret.
untuk penginapan sebaiknya dipesan 1 minggu sebelum kedatangan.
untuk liburan keluarga besar sebaiknya pilih sewa rumah penduduk, lebih murah & fasilitas lengkap.

Share:

Tuesday, April 2, 2013

My 4th UP Wedges

Yeay... on last week, i got bbm from my mother in law : " Tika, ada kirimin barang baru sampe tadi pagi, kayanya kotak sepatu, sama kaya yang kemaren." Finally, my 4th UP Shoes has arrived safely at home (*Loncat-loncat kegirangan setelah hampir 3minggu nungguin).

 I choose Kyle Black as my choice. Kenapa? karena model ini udah out of order dan back on popular demand, berhubung sebelum-sebelumnya emang naksir sama model wedges ini buat dipake ke pesta, jadilah submit email untuk reminder kalo-kalo ni model muncul lagi. Eh taunya... after more or less 3 months, I got a good news, Kyle Black is back and limited. Langsung tanya ke suami, dan lewat perdebatan yang cukup panjang akhirnya dibolehin juga beli (bukan ke "beli" sih tapi lebih ke "pake" wedges nya kalo lagi jalan sama suami, maklum suami suka sewot kalo saya pake wedges atau sepatu high heels yang terlampau tinggi). Lanjut buka web UP dan order, kali ini plus sticker lucu bergambar icon UP seharga 5ribu saja.

This is it, my new baby, Kyle Black. Fit on my foot.
Up Wedges, Meidiani Hoodie, Unbranded dress
Photo by Mikumiw

FYI ya gals, jenis wedges Kyle ini cocok untuk yang telapak kakinya slim, karena pas saya nyobain wedgesnya, agak sempit di bagian depan, tapi overall ok kok, harus sering2 dipake biar bisa ngelebarin :D

Omiw only said: Astaga tika-tika, sepatu yang lama aja belom dipake udah beli lagi yang baru (sewotnya mulai muncul, untung di awal order udah di approved dan sepatu udah tiba dirumah, kayanya itu kata-kata bentuk sindiran udah kebanyakan belanja sepatu, hahahah). Dan saya hanya bisa tersenyum lebar mendengar komentar suami. Dalam hati, udah gatel pengen beli yang model Rumi apple, hahaha (devil's smile).
Share:

Monday, March 11, 2013

2 Months only

Tepat tanggal 28 Februari yang lalu, rela ga rela, mau ga mau, harus dikuret. Bener-bener shock, gimana ga, udah 2 bulan kehamilan, udah banyak harapan, doa dan juga angan untuk menyambut kehadiran calon bayi kami yang pertama, ternyata Tuhan berkehendak lain. Mungkin memang belum waktunya, mungkin juga belum rezeki. Tetapi apapun itu, semoga yang terbaik yang diberikan Allah untuk kami. Amin.

Berawal dari usg di hari senin, 25 feb, ke dokter pengganti, sungguh mengejutkan dengan hasil usg yang tidak terlihat ada janin di rahim, bahkan si dokter pengganti, Dr. Nurbaiti (masih muda, sekitar 30tahunan terlihat dari perawakannya) bingung,hampir setengah jam dokter itu tidak melihat apa-apa. Dokter sempat bertanya apa pernah nge flek atau sakit perut atau test urine, dan masih banyak lagi, bahkan pertanyaan yang aneh : apa ibu sudah menikah? *tepok jidat, ya gimana mau tekdung dok kalo ga menikah, ga kawin.
Sampe akhirnya 2 hari setelah kunjungan ke dokter, terasa sakit di perut bagian bawah mulai sore hari, sekitar jam 10 malam, saat akan buang air kecil, betapa kagetnya melihat flek, pikiran udah ga karuan, malah sampe nangis-nangis, tapi malam itu mama masih menenangkan saya, mama cerita pengalaman dulu waktu hamil, ditambah telepon dari saudara perempuan saya yang juga pernah mengalami hal yang sama. Pada saat itu saya mulai kembali tenang dan menggunakan obat penguat yang diberikan dokter, tetapi malam itu malah ga bisa tidur karena mules yang berkepanjangan, dan subuh akhirnya terjadi pendarahan yang banyak. Pagi itu juga langsung ke UGD, dan setelah menunggu hampir setengah hari  (selesai dokternya operasi lahiran), muncul gumpalan darah dan gumpalan cairan bening seperti putih telur yang banyak,di saat itu sudah pasrah dan ternyata setelah di usg lagi, hasilnya rahim saya sudah kosong, tinggal sisa jaringan janin yang harus dibersihkan (kuret). Saya cuma bisa menangis dan menyesal, namun kembali lagi bahwa semua yang saya lewati ini adalah hal yang sudah diatur oleh Allah, harus percaya apapun itu hasilnya itulah yang terbaik yang harus saya jalani.

Proses kuret sendiri sekitar 1 jam lamanya, mulai dari pembiusan total oleh anestesi, kuret, sampai ke keadaan sadar kembali. Pertama kali ngerasain dibius total ternyata beneran efeknya itu, dalam hitungan detik udah bener-bener ga sadar.. tetapi pas bangun kepala masih puyeng dan nyeri di perut bagian bawah. Dokter bilang, pendarahan mungkin akan terjadi maks 2 minggu setelah kuret, ga cuma itu, rahim juga harus steril 3 bulan, sedih sih, it means ga bisa cepet usaha buat dapet momongan lagi, tapi mau gimana dokter bilang kalo terlalu cepet resiko untuk keguguran bisa lebih gede, kehamilannya rentan. Pesan dokter kalo nanti hamil lagi harus lebih dijaga, ga boleh capek-capek, karena kandungan saya terbilang lemah :(

Terkadang masih suka nangis juga, tapi apa mau dikata, hanya bisa berusaha untuk ikhlas dan sabar, percaya bahwa Alloh akan menggantikan dengan yang jauh lebih baik lagi. Terima kasih tuhan sudah memberikan kesempatan kepada saya untuk bisa hamil walopun hanya 2 bulan, harus yakin dan percaya, ada hikmah dibalik setiap ujian yang ada, harus percaya Alloh akan menggantikan dengan yang lebih baik lagi.

Mohon doanya ya, biar cepet dapet lagi.. amin yra
Thank you god, thank you my hubby, thank you my family and also my friends for supporting and praying.
I love you all.
Share: